↑ Kembali ke Kampung @ Polowijen

KAMPUNG BUDAYA POLOWIJEN

Inovasi-inovasi  berikutnya di Bidang Kemasyarakatan Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing adalah dengan didirikan dan ditetapkan Kampung Tematik Budaya Polowijen yang berlokasi/ alamat di RW.02 Kelurahan Polowijen dan telah diremikan oleh Walikota Malang pada tanggal 2 April 2016 dan digagas oleh Sdr. ISA WAHYUDI.

Kampung Budaya Polowijen ini menggembangkan budaya polowijen asli sebagai warisan leluhur utamanya dalam hal tari topeng, pembuatan tari topeng, membatik ataupun pelestarian budaya dan situs asli Polowijen seperti Sumur Windu yang merupakan tempat pemandian Ken Dedes, Situs Makam mBah Reni yang merupakan orang pertama pembuat topeng malangan dan cagar budaya lainnya.

Selain untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya setempat, Kampung Budaya sendiri ditujukan untuk membangkitkan ekonomi kreatif masyarakatnya melalui sentra-sentra industri kreatif seperti kerajinan topeng, aneka gerabah, seni pahat, seni pertunjukan, dan lainnya.

Kemudian dalam upaya pelestarian budaya, maka pada pembukaan Kampung Budaya Polowijen ini, Walikota Malang juga menyempatkan untuk peletakan batu pertama Sanggar Tari/ Gedung Kendedes sebagai sarana dan pelatihan menari bagi warga Polowijen.

Tak hanya itu, bagi pengunjung yang tertarik dan ingin belajar kesenian, ada fasilitas yang disediakan oleh pengelola Kampung Budaya. Misal, jika ingin belajar tari Topeng Malangan, pengunjung bisa berkunjung ke kediaman penarinya, salah satunya adalah Mbah Kari. Beliau akan menceritakan mengenai sejarah Topeng Malangan di Malang dan informasi lain seputar kesenian tersebut.

Warga dan Masyarakat yang tertarik untuk membatik, Kampung Budaya juga menyediakan fasilitas belajar membatik, dan tari topeng. Begitu pula yang senang dengan dunia gerabah dan seni pahat.

Kemudian untuk meningkatkan minat baca Kampung Budaya Polowijen dan dalam upaya meningkatkan budaya literasi di lingkungan masyarakat, Kampung Budaya Bolowijen merealisasikan melalui Perpustakaan Kampung Budaya Polowijen atas bantuan civitas akademika Universitas Widya Gama yang menyumbangkan buku lebih dari 1.100 buah, dan telah diresmikan oleh Wakil Walikota Malang pada 10 Juni 2017.

Perpustakaan Kampung Budaya Polowijen ini diupayakan untuk ditingkatkan melalui berbagai upaya dengan minat baca sangat tinggi sehingga warga bisa berkreasi dan akan diikuti oleh di kampung-kampung lainnya juga bermunculan sehingga budaya literasi di Kota Malang kian meningkat, dan dapat meningkatkan pengetahuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,”