↑ Kembali ke Kampung @ Polowijen

KAMPUNG BUDIDAYA LELE

Kampung Lele Organik di RW 06 Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing berdasarkan sejarah masa lalu merupakan kawasan yang mempunyai banyak kolam air atau mempunyai potensi sumber daya air yang berlimpah. Pengembangan Kampoeng Lele Organik di RW 06 juga didukung keberadaan kegiatan budidaya lele organik yang sudah dijalankan masyarakat setempat.

 

KONSEP RANCANGAN

Rancanagan Pengembangan Kampung Lele Organik ini meliputi :

  1. Pengembangan Kampoeng Lele Organik menjanjikan usaha yang menguntungkan secara finansial dan memberikan manfaat sosial ekonomi berupa perluasan kesempatan berusaha bagi masyarakat.
  2. Usaha pembesaran Ikan Lele akan berlangsung selama 3-4 bulan .
  3. Penanganan pasca panen sangat menentukan harga pasar karena dalam penanganan ini kondisi ikan tetap segar sampai ke konsumen.
  4. Sedangkan untuk produk olahan, bisa juga Le le dibesarkan sampe 8 bulan untuk mendapatkan hasil yang optimal besar dan bobot yang ideal. Usaha pengolahan produk berbahan dasar Lele ini membutuhkan waktu yang relative singkat tergantung dari produknya, misalnya:
    • Abon membutuhkan waktu 5-6 jam
    • Bakso membutuhkan waktu 3 jam
    • Cilok membutuhkan waktu 3 jam
    • Sempol membutuhkan waktu 2 jam
    • Krupuk membutuhkan waktu 8 jam (termasuk pengeringan)
    • Lele Asap membutuhkan waktu 3-4 jam
  5. Pada proses penjualan dimungkinkan untuk penjualan segala produk yang dihasilkan, misalkan bibit Lele, Lele konsumsi, dan produk olahan Lele. Dalam rangkaian penjualan ini bisa juga disediakan beberapa perlengkapan usaha perikanan seperti pakan, jaring, selang, airstone, pompa angin (aerator), selang, dan sebagainya.
  6. Wisata Edukasi Lele: merupakan kegiatan edukasi tentang seluruh aktifitas yang dilakukan dalam program Kampoeng Lele.

 

STRATEGI PENGEMBANGAN

Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Kampoeng Lele Organik akan dilaksanakan di wilayah RW 06 Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing Kota Malang.

Dengan mengembangkan konsep “one house one pond” satu rumah satu kolam dan menggabungkan antara budidaya Ikan Lele Organik dan menanam sayuran/buah buahan organik diatasnya melaui sistem aquaponik, jadi selain bisa memanen ikan lele organik juga sayuran dan buah-buahan organik. Sehingga kebutuhan masyarakat akan gizi bisa tercukupi dengan biaya yang murah.

Program Kampoeng Lele Organik ini terdiri dari beberapa kegiatan yaitu: pembibitan, pembesaran (budidaya), produk olahan, penjualan dan wisata edukasi Lele. Wilayah RW 06 ini terdiri dari 5 RT dengan pembagian wilayah kegiatan sebagai berikut:

RT 0 1 : kegiatan produk olahan dan penjualan

RT 02 : kegiatan pembenihan, pembesaran (budidaya), produk olahan

RT 03 : kegiatan produk olahan dan penjualan

RT 04 : kegiatan pembenihan, pembesaran (budidaya)

RT 05 : kegiatan produk olahan dan penjualan 

 

Selain hal tersebut strategi Peningkatan lingkungan kawasan Kampung lele organic meliputi :

  1. Meningkatkan aksesbilitas infrasturktur yang lebih lancar, lebih tertata, dan lebih nyaman.
  2. Penataan jalan lingkungan yang ada di kawasan Kampung Lele Organik, dengan tujuan untuk lebih mengoptimalkan kondisi jalan yang ada, dan memberikan kenyamanan bagi pejalan kaki, dengan membuat drainase terbuka menjadi drainase tertutup.
  3. Penataan sempadan saluran irigasi, untuk meningkatkan luasan RTH (ruang terbuka hijau) di kawasan Kampung Lele Organik, serta untuk menjamin kualitas air irigasi untuk kebutuhan pengairan sawah.
  4. Penataan sempadan parit, untuk meningkatkan luasan RTH (ruang terbuka hijau) di kawasan Kampung Lele Organik.